Distanbun Aceh Gelar Jambore Penyuluh Pertanian II di Meulaboh, Nopvember ini

Kategori : Pertanian Senin, 15 Oktober 2018

Untuk mempererat silaturrahmi antar penyuluh pertanian yang bertugas di seluruh wilayah provinsi Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sudah mengagendakan even Jambore Penyuluh Pertanian Aceh ke II yang akan digelar di Meulaboh, Aceh Besar. Kegiatan jamboree penyuluh pertanian ini merupakan yang kedua kalinya setelah kegiatan perdananya digelar di Kota Subulussalam, tahun 2016 yang lalu.

Kegiatan yang bertajuk dari, untuk dan oleh penyuluh pertanian ini sedianya akan digelar pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2018, namun dengan pertimbangkan teknis dan untuk mengoptimalkan persiapan even akbar yang akan diikuti oleh sekitar 3.000 orang penyuluh pertanian se Aceh ini akhirnya disepakati untuk dundur pelaksanaanya menjadi tanggal 4 sampai 6 Nopember 2018 yang akan datang.

Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna pembahasan persiapan jamboree penyuluh pertanian yang diselenggarakan Jum’at (12/10/2018) kemarin di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, A Hanan SP MM tersebut, dihadiri oleh 80 peserta dari dinas dan instansi terkait.

Nampak hadir dalam rapat tersebut, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Safrizal, SP, MSc, yang akan bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan jamboree penyuluh pertanian tahun 2018 ini didampingi oleh Tim Protokuler Sekdakab Aceh Barat. Turut hadir dalam pertemuan ini, seluruh pejabat esselon III dan IV lingkup Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Komisi Penyuluhan Aceh, BPTP Aceh, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kadistanbun Aceh, A Hanan SP MM, mengatakan, jambore penyuluh pertanian Aceh ini diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 penyuluh pertanian dari seluruh Aceh. Lebih lanjut Hanan mengungkapkan bahwa selain menjadi ajang mempererat silaturrahmi antar penyuluh, kegiatan tersebut juga akan menjadi ajang bagi penyuluh pertanian untuk menunjukkan kompetensi mereka baik di bidang inovasi teknologi pertanian, unjuk tangkas keterampilan penyuluh, dan kemampuan mereka dalam mengikuti perkembangan informasi terbaru di bidang pertanian.

Dengan kata lain, jamboree penyuluh ini juga merupakan wahana adu kompetensi bagi para penyuluh pertanian sekaligus untuk mengetahui sejauh mana tingkat kompetensi para penyuluh pertanian di Aceh dalam mengembangkan inovasi di bidang pertanian.

Hanan juga menambahkan bahwa jumlah penyuluh pertanian di Aceh saat ini mencapai 3.700 orang terdiri dari 2.700 penyuluh PNS dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) ditambah penyuluh swadaya sebanyak 1.000 orang. Diperkirakan sekitar 80 persen dari jumlah tersebut akan hadir di Meulaboh mengikuti kegiatan jambore ini, untuk itu dibutuhkan persiapan matang, terencana dan terpadu agar tercapai hasil yang optimal.

“Karena pesertanya sekitar 3.000 penyuluh dari seluruh Aceh, ini seperti miniatur Penas KTNA XV tahun 2017 yang lalu dimana kita sebagai tuan rumah, untuk itu butuh persiapan dan sinergi maksimal supaya pelaksanaan jambore ini bisa optimal” lanjut Hanan.

Menurut rencana jambore penyuluh pertanian ini dibuka Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, di halaman Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh. Dalam jambore tersebut, menurut Hanan, sudah diagendakan berbagai kegiatan seperti lomba tanam padi jarwo menggunakan rice transplanter, lomba pidato penyuluhan berbasis syariah, unjuk tangkas, publikasi kegiatan penyuluhan melalui vlog dan cyber extention, serta perlombaan yel-yel penyuluh. Selain itu juga diadakan seminar dan temu profesi berskala nasional.

Di akhir arahannya Kadistanbun Aceh ini berharap semua penyuluh di Aceh dapat ikut berpartisipasi dan memeriahkan acara ini, sehingga peran penyuluh sebagai ujung tombak pertanian akan semakin nyata dan mampu mewujudkan Aceh sebagai daerah lumbung pangan nasional sebagai penyangga swasembada pangan.

Menyahuti apa yang disampaikan oleh Kadistanbun Aceh, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan kabupaten Aceh Barat, Safrizal menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah sekaligus melaporkan persiapan yang telah dilakukan oleh pihaknya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di pemkab Aceh Barat untuk mensukseskan even akbar bagi penyuluh pertanian Aceh ini.

“sejak kami mengajukan diri sebagai tuan rumah jambore penyuluh pertanian Aceh, dua tahun yang lalu, kami sudah mulai mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah yang baik, dalam kesempatan ini kami melaporkan bahwa persiapan jambore sudah mendekati finishing, Alhamdulilllah koordinasi dengan pihak-pihak terkait berjalan dengan baik dan kami sudah siap untuk menyelenggarakan even akbar ini” ungkap Safrizal. (FMT)

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84